20-11-2011

Saya terima nikahnya Elsyani binti Suwarso dengan mas kawin tersebut… (Sah… Alhamdulillah)
Subhanallah… Maha suci Allah yang telah menganugrahkan dia menjadi suamiku.. tak henti-hentinya ku mengucap syukur atas Anugrah ini. Niy dia sedikit  foto-fotonya… ^_^

siap-siap untuk akad nikahnya..

prosesi ijab kabul.. (yoga-papa-mama-ayu-ferryansyah-si juprie yg agiy pegang camera) dan aku menunggu didalam kamar

Dah dapat buku nikahnya niy…

Malamnya Resepsi @manado (foto bersama keluarga)

with Chabelita.. (@pontianak)

Resepsi @pontianak (15-01-2012)


Merampot

Disini tempatku bercerita ketika bingung mau bicara dengan siapa..
Disini tempatku menghabiskan waktu ketika ada waktu kosong atau terkadang memakai waktu tidurku^^
Disini tempatku mencurahkan segala hal ketika sulit mencurahkannya ke tempat lain (mang nya tempat sampah)😀
hahaha.. tadinya mau nulis yg melow-melow.. tapi kayaknya ujung-ujungnya malah bawaannya becanda mulu. hm… inilah aku. menulis apa saja yang sedang ingin aku tulis. Walau kadang tanpa arah dan jatuhnya berantakkan. hohoho.. Aku bukan ahli dibidang tulis-menulis. Tapi nilai Bahasa Indonesia waktu jaman sekolah (SD-SMA) lumayan bagus kok (senyum sumringah) tapi kata bapak Ferryansyah *nilai Bahasa Indonesia-ku katanya dapat 2,5 saja* (huuwaa… >,< ga terima…) padahal ga parah-parah amat (ya khan..)

tiba-tiba… blank. (-,-“)> ga tau mau ngetik apalagi.
yo wis… kapan-kapan jak dilanjutin gik.


11-06-11

Hari ini aku dilamar..


Titik kejenuhan

setelah beberapa hari hanya menghabiskan waktu didalam kamar…… dan hanya berinteraksi dengan orang hanya beberapa jam sajaa.. ingin ku katakan… “aku bosaaaan……….!!!!” bosan ber”semedi” di dalam kotak ini. ingin keluar tapi diluar terlalu ramai… terlalu sesak dan tak bersahabat. hm… ku sadari… ku berada pada titik kejenuhan. dimana semuanya terasa datar dan hambar. tak ada aktivitas tambahan selain membaca buku (apa saja yg bisa dibaca), memperhatikan laptop, atau memasang tv tanpa ditonton (hanya untuk meyakinkan orang-orang kalo ada makhluk hidup didalam kotak ini).

(gambar ini hanya mendramatisir keadaan.. biar sedikit terlihat keren)^,^v

hm… intinya bosan dengan rutinitas saat ini… ingin ada tambahan kegiatan lain. hayo… siapa yang punya lowongan pekerjaan? silahkan menghubungi saya. (waduh..  (-,-“)> malah ngelantur) hahags”


Aku dan ibu(kota jakarta)

Setelah beberapa minggu berada di kota ini… masih tetap saja tak menemukan kata “nyaman”. jakarta… oh jakarta… kau tak cocok denganku. terlalu ramai, terlalu penat, ter…la…lu… sungguh ter..la..lu (haha… kayak bang roma saja).
waktu balik manado… tak terpikir olehku untuk bisa balik lagi dikota ini dan bersarang dikota ini berminggu-minggu. banyak hal yang membuatku tak nyaman disini. kalo jalan was2, takut dijambret lah ato yg lainnya. mw makan diluar khawatir… (ini pake boraks ga yah… pake formalin ga yah…) mw masak sendiri khawatir… (huwa… takut gas 3kg itu meledak). dan yang paling tidak ku sukai adalah “BERDESAKKAN”. didalam bus berdesakkan, didalam kereta apalagi.. mau jalan pun terkadang berdesakkan. Pokoknya paling ga suka dengan itu >,<
Astagfirullah.. terkesan terlalu banyak mengeluh tapi itulah yang ku rasakan.
Satu hal saja yang membuatku bisa bertahan dikota ini sampe sekarang, yaitu melihat senyum adikku tersayang… tawa chabelitaku.. hm… love u so much :-*


Apa Hukum Cadar bagi muslimah?

Di dalam kitab Jilbab Al Mar’atil Muslimah Asy Syaikh Al Albani rohimahullah, menyebutkan sekitar 15 dalil yg menunjukkan tidak wajibnya cadar. Diantara dalil-dalil tersebut, dapat diketahui bahwa sebagian shohabiyah membuka wajah dan telapak tangannya pada masa Nabi Sholallahu alaihi wasallam.
Syaikh juga menyebutkan bahwa hikmah dari adanya perintah/kewajiban menundukkan pandangan dan tidak mengulangi jika terlanjur adalah karena memang dia dari wanita yg bisa dilhat, yakni wajah dan telapak tangan.
Diantara ulama-ulama yg tidak mewajibkan cadar yg disebutkan dalam kitab tsb:
Ibnu Hazm rohimahullah (Al Muhalla III/216-217).
Al Qodhi ‘Iyadh (Adabusy Syar’iyyah I/187).
Ibnu Baththal dlm Fathul Bari XI/8.
Al hafizh Ibnu Hajar dlm fathul bari IX/210.
Ibnu Qudamah (dlm Al Mughni dan Ibnu Muflih).
Rohimahumullah.
Namun, dalil-dalil yg mewajibkan cadar juga banyak. Bisa di lihat dikitab-kitab:
Risalah Al Hijab (Syaikh Utsaimin rohimahullah)
Hirasal Al Fadhilah (Syaikh Bakr bin Abu Zaid)
Jami Ahkamin Nisa’ (syaikh musthofa al adawi)
Hijabul Mar’ah wa Libasuha fii Ash Sholah (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah).
Diantara ulama yg mewajibkan cadar adalah: Syaikh Muhammad As-Sinqithi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah, Syaikh Bakr Abu Zaid, Syaikh Mushthafa Al-Adawi dan para ulama lain.
Yang perlu diketahui adalah bahwa Syaikh Al Albani sekalipun beliau mengatakan tidak wajibnya cadar tapi beliau mengatakan bahwa yang utama adalah menutup wajah. Bahkan Asy Syaikh Al Albani telah membuat Bab khusus tentang keutamaan menutup wajah yg berjudul “Masyru’iyatu Satril Wajh”. Dengan kata lain hukumnya sunnah mustahab.


Menikah dalam lingkaran fitnah

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafrudin)

Menikah, sebagaimana praktik ibadah lainnya dalam Islam, juga terkepung oleh pelbagai penyimpangan. Bagaimana sesungguhnya “menikah” dalam kacamata Islam?

‘Imran bin Hiththan bin Zhabyan, seorang tabiin. Sebelum badai fitnah menghantam, ia seorang yang masyhur dengan menuntut ilmu dan hadits. Lantas, petaka pun tiba. Berawal dari dorongan hasratnya untuk menyadarkan putri pamannya, Hamnah, dari kungkungan paham Khawarij yang menyelimutinya. Ia pun beranjak coba merajut angan. Ia melangkah, mengikat tali kasih dengan putri berparas ayu Kharijiyah. Namun, angan tinggal angan. Citanya semula yang hendak menyadarkan Hamnah dari pemahaman Khawarij, ternyata sirna. Dirinya terfitnah. Pemahaman Khawarij sang istri justru menggerus benaknya. Lunturlah pemahaman Ahlus Sunnah yang lekat padanya. Jadilah ia seorang Khawarij. Ibnu Zhabyan As-Sadusi Al-Bashri, semula termasuk orang yang dijuluki ‘mata para ulama’, akan tetapi kini ia berubah menjadi seorang tokoh papan atas Khawarij. (Lihat Siyar A’lamin Nubala`, Adz-Dzahabi, 4/114-115, Tahdzibut Tahdzib, Ibnu Hajar Al-’Asqalani, 3/317-318)
Sesungguhnya hati manusia semuanya ada di antara dua jari jemari Ar-Rahman. Jika menghendaki, Allah bisa memalingkan setiap hati manusia sesuai yang Dia kehendaki. Hendaknya setiap manusia merasa dirinya tidak aman dari fitnah. Ketergelinciran hati manusia bisa disebabkan dari arah manapun. Inilah yang harus diwaspadai. Tak menutup kemungkinan pula ketergelinciran hati seseorang disebabkan karena pernikahan. Berapa banyak orang yang terjatuh pada kesyirikan, lantaran pernikahan dan prosesi yang menyertainya. Berapa banyak pula, disadari atau tidak, mereka terjatuh pada kemaksiatan. Menyadari hati yang bisa berubah-ubah, lemah, mudah terwarnai keadaan dan perlu tiang pancang nan kokoh, hendaknya seorang yang beriman kembali pada apa yang telah dituntunkan Rasulullah. Berdasar hadits dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash, ia pernah mendengar Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya hati Bani Adam semuanya di antara dua jari dari jari jemari Ar-Rahman, seperti hati satu orang, Dia palingkan kemana Dia kehendaki.” Kemudian Rasulullah n bersabda: “Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati-hati kami pada ketaatan kepada-Mu.” (HR. Muslim, no. 2654)

Demikianlah yang dituntunkan Rasulullah. Memohon diberi ketetapan hati untuk senantiasa kokoh ada dalam ketaatan pada-Nya. Taat dalam setiap keadaan, termasuk saat menginjak ke pelaminan. Hingga dengan pernikahan tersebut, seseorang bisa menjadikannya sebagai wasilah (perantara) untuk meraup keteguhan iman. Pernikahan tersebut benar-benar menjadi sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Baca Selengkapnya


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.