Cara pemeriksaan kesadahan (kadar CaCO3­) dalam sampel air

Pemeriksaan kesadahan (kadar CaCO3­) dalam sampel air  secara kuantitatif yaitu dengan titrimetri menggunakan metode titrasi argentometri  adalah metode yang paling sering digunakan pada penetapan kesadahan dalam sampel air. Metode argentometri masih dibedakan atas 3 yaitu metode Mohr (pembentukan endapan berwarna), metode Valhard, dan metode Fajans.

Untuk prosedur pemeriksaan kadar kesadahan (CaCO3­)  dalam sampel air, alat dan bahan yang digunakan adalah :

 

Alat     : Statif, klem, buret, erlenmeyer, pipet volumetrik, karet penghisap, dan gelas ukur.

Bahan : larutan EDTA 0,01 N sebagai titran, larutan NaOH 1N, larutan mureksid sebagai indikator, sampel air, air suling (aquades) untuk blangko, dan label untuk menandai erlenmeyer.

Pemeriksaan kesadahan (kadar CaCO3­) dalam sampel air  dengan metode Mohr, dan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

a)       Dirangkai alat buret, statif dan klem sehingga siap untuk dipakai dalam proses titrasi.

b)      Diisi ke dalam buret 25 ml larutan EDTA sebagai titran.

c)       Sampel air yang akan diperiksa, dimasukkan ke dalam erlemmeyer 250 ml sebanyak 50 ml.

d)      Jika sampel air lebih dari satu, tiap erlemmeyer diberikan label agar tidak tertukar.

e)       Sampel air yang telah dimasukkan masing-masing ke dalam erlenmeyer, sebelum dititrasi ditambahkan 2 ml larutan NaOH 1N kemudian larutan mareksid sebagai indikator, larutan akan berubah warna menjadi merah muda.

f)       Sampel air yang sudah berubah warna menjadi merah muda tersebut dititrasi dengan larutan EDTA yang telah diisi dalam buret.

g)      Proses titrasi dihentikan jika telah terjadi perubahan warna dari merah muda menjadi keungu-unguan.

Di catat volume larutan EDTA yang keluar pada buret.

h)      Langkah f – h diulangi untuk sampel air yang berikutnya.

i)        Untuk blangko sama dengan air suling, pengerjaannya sama dengan sampel air diatas, dan didapatkan volume blanko 0,5 ml.

Untuk mendapatkan konsentrasi kesadahan (kadar CaCO3­) dalam sampel air yang terdapat dalam sampel air yang telah dititrasi, dilakukan perhitungan dengan persamaan sebagai berikut :

mg/L = A x B x 1000 / ml sampel air

ket:

A = ml EDTA

B = mg CaCO3 setara 1,0 ml EDTA = 1,0008 mL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: