Monthly Archives: April 2011

Salaf ???

A. Makna Salaf

Kata Salaf sering diucapkan. Maksudnya adalah generasi pertama dari kalangan sahabat dan tabi’in (generasi pasca sahabat) yang berada di atas fitrah (dien/agama) yang selamat dan bersih dengan wahyu Allah. Mereka menyandarkan aqidah kepada Alqur’an dan Assunnah yang suci. Pemikiran mereka belum ternodai dengan pemahaman-pemahaman filsafat asing. Mereka telah berlalu sebelum pengaruh filsafat-filsafat tersebut merusak kaum muslimin. Untuk mengetahui batasan Salaf, maka kita harus mengetahui batasan jaman dan manhaj mereka.

B. Batasan Jaman

Adapun batasan jaman mereka adalah 3 generasi yang pertama yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassallam. Untuk keutamaan mereka Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda,

“Sebaik-baiknya kalian adalah generasiku (para Sahabat) kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi’in) kemudian orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in)” (Hadits Riwayat Imam Bukhary dalam Shahihnya)

Demikian itu dikarenakan segala kebaikan yang ada pada diri mereka, dan di masa mereka kelompok-kelompok sesat belum menampakkan permusuhan dan belum menguasai kaum muslimin sebagaimana yang terjadi sesudah mereka tiada. Berarti yang dimaksud Salaf menurut tinjauan sejarah adalah para sahabat Nabi, kemudian tabi’in, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka secara kebaikan (tabi’ut tabi’in).
Baca Selanjutnya


Penjelasan “sifat wudhu”

Pertama: Definisi beberapa istilah

1. Rukun wudhu: Dia adalah semua yang diperintahkan oleh syariat dalam berwudhu, yang kalau ditinggalkan -sengaja maupun tidak sengaja- maka akan membatalkan wudhu. Hanya saja kalau dia sengaja maka dia berdosa.
Rukun wudhu ada empat, yaitu semua yang tersebut dalam firman Allah Ta’ala,“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”
(QS. Al-Maidah: 6)

2. Wajib wudhu: Dia adalah semua yang diperintahkan oleh syariat dalam berwudhu, tapi tidak disebutkan dalam surah Al-Maidah ayat 6. Hukumnya: Kalauditinggalkan -sengaja maupuntidak sengaja- maka tidakmembatalkan wudhu, tapi kalau dengan sengaja maka pelakunya berdosa.

3. Sunnah wudhu: Yaitu semua amalan wudhu yang tidak diperintahkan oleh syariat, tapi hanya sebatas anjuran atau hanya disebutkan bahwa Nabi melakukannya tapi tidak memerintahkannya. Hukumnya: Tidak berdosa meninggalkannya dan tidak pula membatalkan wudhu -sengaja maupun tidak sengaja-.

4. Mencuci anggota wudhu:
Yakni menyiramnya dengan air dimana semua bagian anggota wudhu yang dicuci harus terkena siraman air, kalau tidak maka mencucinya tidak syah dan secara otomatis wudhunya pun tidak syah.

5. Mengusap anggota wudhu:Ini hanya berlaku bagi kepala, yaitu sekedar mengenakan air pada seluruh bagian kepala atau sebagiannya dan tidak perlu menyiramnya.

Kedua: Dalil sifat wudhu Nabi -alaihish shalatu wassalam-. Baca Selengkapnya


Hukum mengenakan perhiasan emas bagi wanita

Masalah hukum mengenakan perhiasan emas yang melingkar bagi wanita diperselisihkan oleh ulama. Ada yang membolehkan dan adapula yang mengharamkan. Namun yang rajih (kuat) adalah pendapat yang dipegangi oleh jumhur ulama yaitu dibolehkan bagi wanita untuk mengenakan perhiasan emas tanpa dibedakan bentuknya melingkar ataupun tidak.

Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah dalam fatwanya memberikan bantahan terhadap mereka yang berpendapat haramnya wanita mengenakan perhiasan emas melingkar.
Antara lain beliau rahimahullah mengatakan:
“Halal bagi wanita untuk mengenakan perhiasan emas, baik bentuknya melingkar ataupun tidak karena keumuman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Apakah patut (menjadi anak Allah) orang (wanita) yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang jelas dalam pertengkaran.” (Az-Zukhruf: 18)
Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwasanya suka memakai perhiasan itu termasuk salah satu sifat wanita dan perhiasan disini umum, mencakup emas dan selainnya.

Dan juga dengan hadits yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i, dengan sanad yang jayyid (bagus) dari Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Baca Selengkapnya


Mana yang lebih dikedepankan; Menuntut ilmu atau menikah?

Oleh: Asy Syaikh DR. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali

Pertanyaan:
Di antara dua hal ini yang mana yang lebih dikedepankan; Menuntut ilmu atau menikah, dalam keadaan saya tahu bahwa saya tidak tahan lagi ingin segera menikah?

Jawab:
Jika engkau mampu untuk bersabar dan belajar, maka hendaknya engkau bersabar. Maksudnya hendaknya kalian belajar sebelum kalian sibuk, sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu.

Sebagian orang telah dipalingkan dari ilmu karena pernikahan. Setelah dia menikah, dia pun meninggalkan ilmu. Keadaan yang nyaman telah membuat dirinya terperdaya.

Jika dia memiliki kelapangan yang bisa menggabungkan dua masalahat (yaitu menuntut ilmu sambil berumah tangga –pent), maka ini bagus. Jika dia tidak bisa dan memandang dirinya bisa terjerumus dalam perbuatan keji dan melakukan zina, maka dalam kasus ini –demi ALLAH- lebih baik baginya untuk menikah, menjaga diri dan kehormatannya.

(Diterjemahkan oleh Abu Umar Al Bankawy dari http://www.rabee.net/show_fatwa.aspx?id=213)


Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Beliau adalah Pembaharu Islam (mujadid) pada abad ini. Karya dan jasa-jasa beliau cukup banyak dan sangat membantu umat Islam terutama dalam menghidupkan kembali ilmu Hadits. Beliau telah memurnikan Ajaran islam terutama dari hadits-hadits lemah dan palsu, meneliti derajat hadits.

Nama dan Nasabnya

Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albania yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu.Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari`at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.

Baca Selengkapnya


berubah^^ (kayak superhero aja)

Bismillahirahmanirahim….

Awal bulan maret adalah awal diriku memulai sesuatu yang baru.. sesuatu yang ku cari selama ini. Alhamdulillah… ku sangat bersyukur atas nikmat anugerah ini. terima kasih banyak buat ukhti Syifa’ dewi yg tak pernah bosan mendengarkan keluh kesahku dan tak pernah bosan juga menjawab pertanyaan2 ku^^ jazaakillahu khair ya uhk… terima kasih ya Allah… karena Engkau mempertemukanku dengan saudara baru… yang ku sebut dengan cinta… ummu muhammad bint amr, ummu ahmad, ukhti itha, ummahat-ummahat dan ukhtifillah @ta’lim dan grup Al-akhowaat As-salafiyah. Jazakumullah khair buat ilmu dan semuanya^^

hm…. untuk men-Sinkron-kan yang lainnya juga… maka blog ini juga akan dirubah^^ dari segi isi dan yang lainnya. agar lebih bermanfaat lagi.